Kamis, 17 Februari 2011

Kiat-kiat dan Pantangan Saat Merawat Rambut

Rambut merupakan salah satu poin penting dalam penampilan Untuk itu, perawatannya pun harus diperhatikan. Dalam merawat rambut, ada hal yang harus dilakukan, namun ada juga pantangannya. Agar rambut lebih indah, yuk ikuti beberapa kiat berikut.



Lakukan
1. Investasi pada produk perawatan yang berkualitas. Belilah shampo, pelembab, dan nutrisi rambut dari label yang telah diakui keberhasilannya oleh banyak penata rambut. Jangan sampai rambut Anda malah rusak karena salah pilih produk perawatan.

2. Sesuaikan gaya rambut dengan keadaan rambut. Misalnya yang memiliki rambut tipis, jangan sampai potongan rambut pilihan Anda malah akan membuatnya semakin terlihat tipis dan tidak sehat. Konsultasikan hal ini pada penata rambut Anda sebelum memutuskan untuk memotong rambut.

3. Setiap 6-8 minggu, biasakan untuk memotong ujung-ujung rambut Anda. Biasanya nutrisi rambut yang tidak merata, akan membuat ujungnya menjadi lebih kering dan bercabang. Untuk mengembalikan keindahannya, potonglah bagian ujung rambut yang bermasalah tersebut.

Hindari
1. Menggunakan sisir sikat setelah keramas dan saat rambut dalam keadaan basah akan membuat rambut patah dan rontok. pilihlah sisir yang bebentuk lurus dengan ruas yang renggang saat rambut masih basah. Setelah rambut sudah agak kering, Anda bisa menggunakan sisir sikat.

2. Jangan terlalu sering menggunakan pengering rambut. Hal ini akan membuat rambut Anda kering dan rapuh. Sebaiknya keringkan rambut dengan alami. Setelah setengah kering, Anda bisa menggunakan pengering rambut dengan temperatur yang rendah. jangan lupa untuk menggunakan cairan khusus (anti frizz) sebelum mengeringkan rambut dengan alat pengering agar rambut terlindungi dari panas yang berlebihan.

3. Jangan menggunakan lebih dari satu cairan kimia pada rambut dalam rentan waktu satu minggu. Misalnya Anda mengeriting dan mengecat rambut pada minggu yang sama. Hal itu akan membuat rambut Anda rusak.

Rahasia Sukses Menghadapi Wawancara Kerja

Tak akan ada wawancara kerja yang berlangsung mulus tanpa cela. Kekurangan akan selalu tetap ada. Namun persiapan matang akan mengubah kegugupan Anda saat wawancara, menjadi kesuksesan. Beberapa kiat berikut ini bisa membantu Anda.



Persiapan penampilan
Kepercayaan diri adalah hal terpenting dalam melakukan wawancara kerja. Penampilan adalah salah satu hal yang dapat meningkatkan percaya diri. Untuk itu tak ada salahnya untuk mempersiapkan penampilan Anda secara serius.

Yang pertama harus Anda lakukan adalah mengenal kultur dari perusahaan. Bagaimana cara berpakaian di sana. Apakah formal, atau santai? Perlu diingat, sesantai apapun kultur berbusana yang berlaku di perusahaan itu, bukan berarti Anda juga boleh mengenakan pakaian santai saat wawancara. Hal ini bisa menjadi nilai keseriusan Anda. Jika tak ingin tampil terlalu formal, lebih baik pilihlah jeans berwarna gelap yang dipadukan dengan kemeja dan blazer pendek. Jangan pernah memakai sandal jepit. Tetaplah berlaku profesional.

"Intinya, pelajari dulu kultur perusahaan tempat kita akan wawancara. cari tahu apa yang biasa dikenakan di sana. lalu pakailah pakaian jenis itu, namun dengan sentuhan pribadi yang menarik dan kreatif," ujar desainer Musa Widyatmodjo Yahoo! Style Factor.

Musa juga memberi saran dalam pemilihan warna busana saat wawancara. Menurutnya, "Hindari warna hitam. Saya jamin, hampir semua orang yang diwawancara memilih warna hitam. Berlakulah lebih cerdas sehingga memberikan kesan lebih mendalam. Misalnya memilih warna cokelat, biru, merah dan sebagainya," ujarnya.

Setelah selesai memilih busana, kini saatnya Anda mempersiapkan diri. Tak perlu menata rambut secara heboh dengan sasakan tinggi dan sanggul. Bisa-bisa Anda justru telihat seperti akan datang ke pesta. Cukup cuci bersih rambut Anda dan keringkan secara alami. Kebersihan rambut juga melupakan nilai tambah untuk penampilan.

Untuk make up, pilihlah yang natural dan jangan berlebihan. Bedak tipis, blush on berwarna natural, maskara serta lip balm cukup membuat Anda tampil segar saat wawancara.

Mengenal perusahaan
Sehari sebelum wawancara dilakukan, lakukanlah sedikit 'penelitian' mengenai perusahaan tempat Anda melamar. Hal ini akan membuat Anda mengenal perusahaan tersebut lebih dalam. Hal ini akan membuat si pewawancara terkesan. Selain itu, ini juga dapat dijadikan sebagai tanda bahwa Anda memang tertarik untuk berkarir di perusahaan tersebut.

Melakukan simulasi
Tak ada salahnya untuk meminta sahabat atau kerabat untuk berpura-pura menjadi pewawancara Anda. Minta mereka untuk menanyakan hal-hal yang mungkin menjadi soal saat interview. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga saat wawancara nanti.

Jangan terlambat
Jangan pernah terlambat datang saat wawancara kerja. Perasaan panik menjelang wawancara akan membuat kepercayaan diri Anda terganggu. Wawancara kerja pun berjalan tidak lancar. Minimal datanglah setengah jam sebelum waktu wawancara. Dengan datang lebih dulu, Anda juga memiliki kesempatan untuk merapikan penampilan, menenangkan diri serta beradaptasi dengan tempat wawancara.

Bahasa tubuh, senyuman dan kontak mata
Saat wawancara berlangsung, jangan lupakan bahasa tubuh Anda. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan. Tegakkan tubuh, kontak mata saat berbicara dan jangan lupa untuk tersenyum, agar ketegangan Anda berkurang. Tapi jangan lakukan dengan berlebihan, karena hanya akan membuat Anda terlihat aneh.

Tunjukkan pula bahwa Anda adalah orang dengan kepribadian yang hangat dan menyenangkan. Caranya mudah, cukup sambut jabatan tangan si pewawancara dengan tegas namun hangat. Hal itu juga menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang percaya diri.

Jujur
Jawablah semua pertanyaan dengan jujur. Wawancara memang ajang untuk menunjukkan nilai lebih Anda. Namun tak perlu juga berbohong dan berlebihan. Hal ini justru akan membuat jebakan bagi diri sendiri.

5 Kesalahan dalam Memilih Produk Perawatan Kulit

Coba tengok meja rias Anda. Ada berapa botol pelembab, krim malam, dan pembersih muka yang sudah lama Anda beli tapi tak pernah disentuh? Bisa jadi ini akibat kesalahan yang biasa kita lakukan dalam berbelanja produk perawatan kulit. Agar tak tertipu lagi, coba cek daftar berikut ini.


Kesalahan pertama: mudah percaya iklan. 
"Produk ini terbukti bisa memutihkan kulit hanya dalam waktu 21 hari," begitu bunyi iklan di majalah dan televisi. Anda pun percaya dan langsung membeli satu botol yang berukuran besar. Yang lupa Anda lakukan adalah membaca kemasannya dan melihat bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya. Apakah benar bahan tersebut terbukti bisa memutihkan kulit? Dan jika produk itu mengklaim hasil yang fantastis, pastikan ada hasil penelitian dan riset yang sahih.

Kesalahan kedua: belanja produk diskon.
Tak ada salahnya memborong baju atau sepatu saat musim diskon tiba. Tapi untuk produk perawatan kulit, tunggu dulu. Pelembab merk ternama dijual hanya setengah harga? Hati-hati, bisa jadi barangnya palsu, atau malah stok lama dari tiga tahun lalu. Jika barangnya asli pun jangan langsung terburu-buru kalap memborong. Pastikan produk tersebut mengandung cocok untuk kondisi kulit Anda.

Kesalahan ketiga: mengambil resiko.
Sama seperti slogan iklan, "Buat anak kok coba-coba," untuk kulit pun Anda sebaiknya tak dijadikan ajang coba-coba. Jangan asal mencoba produk baru untuk kulit wajah jika Anda tak tahu apa saja yang terkandung di dalamnya. Bisa-bisa bukan cantik yang didapat, tapi jerawat, alergi, dan iritasi.

Kesalahan keempat: membeli produk yang tak sesuai dengan jenis kulit.
Ada alasannya kenapa Anda harus mengetahui apa jenis kulit Anda. Berminyak, kering, kombinasi, atau sensitif? Saat membeli produk perawatan wajah, belilah yang diperuntukkan bagi jenis kulit Anda. Jika kulit Anda berminyak, jangan memaksakan membeli produk berbentuk krim hanya karena harganya lebih murah.

Kesalahan kelima: menganggap produk mahal = bagus.
Tak banyak yang tahu, bahwa harga sebuah merek produk kecantikan bisa sangat mahal karena biaya promosi yang mereka keluarkan sangat besar. Sebagian besar dana perusahaan itu adalah untuk membayar selebritas yang jadi model iklan, membiayai iklan di berbagai media massa, hingga mengongkosi promosi road show keliling kota. Tak sebanyak itu dana yang mereka keluarkan untuk riset dan uji coba klinis. Sekali lagi, yang terpenting bukan label harganya, tapi label kemasannya yang mencantumkan bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya.

7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berdiet

Anda pasti pernah mengalami masa-masa berdiet. Atau justru sedang berdiet saat ini? Atau punya rencana untuk berdiet mulai bulan depan? Kami punya pengumuman untuk Anda. Jika Anda tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan, hindari diet! Ini alasannya.

1. Kurang nutrisi
Sebagian besar program diet justru tidak sehat dan malah membuat kita menjadi malnutrisi. Beberapa diet mengharuskan kita untuk melakukan hal yang ekstrem, meninggalkan makanan favorit kita, dan menghindari satu kelompok makanan yang sebenarnya penting. Padahal, pola makan yang sehat adalah makanan yang mengandung SEMUA nutrisi (termasuk karbohidrat, lemak, dan protein). Yang harus dikurangi adalah jumlah kalori.

2. Tidak bertahan lama
Saat pertama kali kekurangan makanan, tubuh kita akan 'kaget' dan berat badan pun menurun. Namun setelah tubuh tak kaget lagi, ia akan mulai beradaptasi dengan cara memperlambat metabolisme, dan tubuh pun akan berhenti kehilangan berat badan. Jadi, meskipun kita sudah memiliki modal berupa niat dan usaha yang kuat untuk berdiet selama-lamanya, tubuh kita tak melakukan hal yang sama.

3. Yo-yo
Ingat mainan anak-anak bernama yo-yo? Naik, turun, naik, turun. Ini juga efek yang ditimbulkan oleh diet. Karena serba menahan diri, ada kalanya kita jadi merasa ngidam dan bahkan lebih lapar dari biasanya. Akibatnya, jika kita penuhi rasa ngidam ini, kita justru akan makan lebih banyak dari porsi normal. Solusinya? Tak perlu berdiet, cukup makan dengan porsi secukupnya.

4. Mengganggu kehidupan
Gara-gara diet, Anda jadi harus menolak ajakan makan malam di luar, acara masak-masak di rumah teman, atau traktiran besar-besaran dalam rangka ulang tahun si bos. Padahal hal-hal inilah yang membuat hidup terasa lebih seru, bukan?

5. Kekurangan energi
Mengurangi asupan kalori secara drastis bisa berakibat turunnya level energi. Tak heran jika Anda jadi sering merasa pusing saat sedang berdiet.

6. Kuantitas vs kualitas
Memangnya Anda bisa menikmati makanan jika sambil menyuap Anda terus menghitung berapa kalori yang masuk ke tubuh? Aktivitas ini justru membuat Anda tetap merasa lapar meskipun sedang makan. Solusinya? Konsumsilah makanan yang banyak mengandung nutrisi. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke tubuh, semakin jarang Anda merasa lapar.

7. Satu dimensi
Anda tak berharap bisa turun berat badan hanya dengan berdiet, kan? Jangan lupa, kita juga harus rajin berolah raga dan menjaga pola makan sehat. Tak perlu lari marathon 10 kilometer. Anda hanya perlu lebih aktif, karena seiring dengan bertambahnya umur, metabolisme kita akan semakin lambat. 'Aktif' di sini bisa berarti naik turun ruangan menggunakan tangga (bukan lift), atau berjalan kaki ke kantor (jika kantor Anda dekat, tentunya).

Jadi, ubahlah hidup Anda dengan cara mengubah pola pikir terhadap kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup sehat. Berhenti berdiet, dan mulailah makan dengan cara yang sehat.

Kiat-Kiat Mengemas Peralatan Make-up Saat Berpergian

Wanita selalu membawa peralatan make-upnya ke mana-mana, termasuk saat berpergian. Agar peralatan make-up tidak rusak atau menghabiskan tempat di koper, perlu trik khusus untuk mengemasnya.


Berikut kiat-kiat sederhana untuk mengemas peralatan make-up seperti dikutip dari Sheknows.

1. Gunakan produk 2 in 1
Memilih produk 2 in 1 akan membuat Anda menghemat tempat di koper. Misalnya ketimbang membawa shampo dan kondisioner, lebih baik pilihlah produk shampo plus kondisioner. Untuk make-up, ada produk lipstick yang bisa digunakan sebagai blush-on juga eye shadow.

2. Bawa produk khusus berpergian atau produk contoh
Kini banyak merek make-up yang mengeluarkan kemasan khusus berpergian (travelling). Produk ini biasanya aman untuk diletakkan di bagasi karena didesain khusus. Anda tak perlu khawatir make-up menjadi pecah, bocor atau rusak. Produk contoh (sample) yang umumnya dibagikan gratis saat ada promosi juga bisa Anda kumpulkan sebagai make-up khusus berpergian. Karena biasanya kemasan make-up contoh lebih kecil, maka akan memudahkan Anda mengemasnya.

3. Sesuaikan dengan tujuan dan acara
Anda juga bisa meminimalisir make-up yang dibawa dengan cara menyesuaikan dengan tujuan berpergian. Jika memang Anda hanya pergi ke rumah orang tua, tak perlu membawa make-up terlalu lengkap. Namun jika Anda berpergian untuk menghadiri pesta, maka make-up yang dibawa harus lebih lengkap.

4. Menyelipkan make-up di sepatu
Sepatu yang Anda bawa di koper juga bisa menjadi tempat yang aman untuk menyelipkan alat make-up. Selain menghemat tempat, make-up juga tertahan dari bantingan yang berlebihan.

5. Wadah khusus
Jika memang merasa make-up Anda tidak tahan bantingan, sebaiknya sediakan wadah khusus, seperti kotak make-up dari bahan metal yang kuat.